
Mengasah Pena, Menumbuhkan Makna, Merayakan Literasi Pesantren
Seratus tahun perjalanan Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus bukan sekadar perayaan angka. Ia adalah peringatan atas sebuah ikhtiar panjang: bagaimana ilmu, adab, dan khidmah terus diwariskan lintas generasi. Dalam rangka memperingati satu abad kiprahnya, TBS Kudus melalui Ikatan Santri dan Alumni Besar (IKSAB) mempersembahkan kegiatan literasi besar yang memadukan belajar, berkarya, dan berjejaring: Pelatihan Editor Clinic dan Pameran Karya IKSAB.
Kegiatan ini bukan hanya acara pelatihan teknis, melainkan perayaan ilmu yang hidup. Ia menghadirkan semangat literasi khas pesantren yang berpadu dengan profesionalisme dunia penerbitan nasional. Melalui kolaborasi antara Gramedia, Ngaji Literasi, dan Semesta Buku, pesantren dan penerbit besar duduk satu forum, membicarakan hal yang sama: bagaimana teks, tulisan, dan naskah bisa menjadi jalan ilmu yang membawa manfaat.
đź“… Waktu dan Lokasi
Acara akan diselenggarakan pada:
🗓️ Selasa, 11 November 2025
🕣 Pukul 07.30 – 12.00 WIB
📍 Halaman MA TBS Kudus & Laboratorium Agama Lantai 3 (MA TBS)
Rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua segmen:
- Pelatihan Editor Clinic, sesi intensif belajar penyuntingan naskah bersama editor profesional Gramedia.
- Pameran Karya 100 Tahun TBS, ajang apresiasi bagi santri, alumni, dan masyarakat umum yang telah mengirimkan karya terbaiknya untuk dipamerkan sebagai bagian dari gerakan literasi abad baru TBS.
đź’ˇ Dari Biaya ke Manfaat: Gratis untuk Semua
Awalnya, kegiatan ini direncanakan berbayar sebesar Rp350.000. Namun, dalam semangat berbagi ilmu dan memperluas akses literasi, panitia memutuskan untuk membuka pendaftaran secara gratis untuk umum.
Semangat ini sejalan dengan nilai yang diwariskan TBS: bahwa ilmu sejatinya bukan untuk dijual, tapi untuk diwariskan dan dimanfaatkan bersama. Karena itu, siapa pun — santri, mahasiswa, guru, penulis, atau masyarakat umum — bisa bergabung tanpa batasan latar belakang.
✍️ Materi Pelatihan: Dari Dasar hingga Praktik
Pelatihan Editor Clinic ini dirancang agar peserta tidak hanya tahu apa itu editing, tetapi juga bagaimana menjadi editor yang memahami makna tulisan. Selama kegiatan, peserta akan mempelajari lima topik utama:
- Dasar Penyuntingan Naskah
Apa itu editor? Apa bedanya dengan proofreader? Sesi ini menjelaskan peran fundamental editor dalam dunia literasi dan penerbitan. - PUEBI dan Gaya Bahasa
Di sini, peserta akan mengasah kepekaan terhadap ejaan dan struktur bahasa Indonesia yang benar, sekaligus belajar bagaimana membuat tulisan tetap hidup dan enak dibaca. - Fungsi dan Peran Editor dalam Dunia Buku
Editor bukan sekadar “pemeriksa salah ketik”, tapi mitra kreatif penulis. Peserta akan mengenal proses editorial dari naskah mentah hingga buku siap terbit. - Teknik Menyunting Naskah Buku
Melalui studi kasus, peserta belajar memperbaiki logika kalimat, kejelasan ide, dan konsistensi gaya penulisan — baik untuk karya fiksi maupun nonfiksi. - Praktik Menyunting Naskah Langsung
Peserta akan dibimbing oleh tim Editor Gramedia untuk menyunting naskah nyata. Sesi praktik ini menjadi puncak pembelajaran, sekaligus pengalaman langsung bekerja seperti editor profesional.
🎓 Fasilitas yang Didapat Peserta
Peserta pelatihan akan memperoleh:
- ✨ Pendampingan langsung dari tim Editor Gramedia
- 📜 E-Sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi dan rekam jejak keikutsertaan
- 🤝 Relasi dan jejaring literasi nasional
- đź’ˇ Ilmu yang aplikatif dan bermanfaat untuk karier kepenulisan maupun akademik
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang. Seorang penulis yang belajar menyunting akan menjadi penulis yang lebih baik, lebih peka, dan lebih sadar terhadap kekuatan bahasanya sendiri. Dan seorang editor yang baik, pada dasarnya adalah pembaca yang paling setia pada gagasan.
🧠Sesi Spesial: Editor’s Clinic bersama Shofa & Ustadz Hilda Fauzi
Bagian paling menarik dari acara ini adalah Editor’s Clinic, yang akan diisi oleh dua sosok inspiratif dari Gramedia: Shofa dan Ustadz Hilda Fauzi.
Keduanya merupakan editor profesional yang telah lama bekerja di dunia penerbitan nasional dan aktif dalam gerakan Ngaji Literasi — sebuah inisiatif yang mempertemukan dunia literasi dengan nilai-nilai spiritual dan sosial kemanusiaan.
Dalam sesi ini, peserta tidak hanya akan belajar teknik editing, tapi juga bagaimana menyunting dengan hati. Mereka akan berbagi pengalaman seputar dinamika editor dan penulis, tantangan di dunia penerbitan modern, serta bagaimana mengelola naskah agar bernilai dan berdampak bagi pembaca.
Sesi ini akan berlangsung di Laboratorium Agama Lantai 3 MA TBS Kudus, pukul 08.00–11.00 WIB, berbarengan dengan rangkaian utama acara.
📚 Pameran Karya 100 Tahun TBS
Selain pelatihan, panitia juga membuka Pameran Karya Literasi IKSAB. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi santri, alumni, dan masyarakat umum yang ingin menampilkan karya tulis terbaiknya: puisi, artikel, cerpen, esai, atau naskah buku.
Pameran ini adalah bentuk nyata dari semangat “santri menulis, santri menyunting, santri berkarya.”
Karya-karya yang masuk melalui tautan https://s.id/1000Karya100TahunTBS akan dikurasi dan dipamerkan dalam agenda perayaan satu abad TBS Kudus, menjadi saksi bahwa pesantren tidak pernah berhenti berkarya.
🌍 Kolaborasi Pesantren dan Dunia Penerbitan
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi antara IKSAB TBS Kudus, Gramedia Group Publishing (Grasindo, BIP, KPG, m&c!, Quanta), serta komunitas literasi seperti Ngaji Literasi dan Semesta Buku.
Kolaborasi ini bukan hal biasa. Di tengah dunia yang serba cepat dan digital, pesantren sering dianggap hanya berkutat pada teks klasik. Namun, melalui kegiatan ini, TBS menunjukkan wajah lain pesantren: terbuka, adaptif, dan siap berdialog dengan dunia modern.
Pesantren tidak kehilangan akar, justru memperluas cabang—menghubungkan tradisi membaca kitab dengan tradisi menulis buku. Di sinilah titik temu antara santri literasi dan editor profesional.
đź“– Mengapa Kamu Harus Ikut?
- Karena editing adalah seni berpikir kritis.
Dengan belajar menyunting, kamu belajar membaca dengan lebih dalam dan menulis dengan lebih jernih. - Karena dunia membutuhkan editor.
Setiap tulisan hebat memerlukan sentuhan penyunting yang sabar dan teliti. Profesi ini bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan untuk merapikan makna. - Karena ini bagian dari sejarah besar.
100 tahun TBS Kudus hanya terjadi sekali. Bergabung dalam kegiatan ini berarti menjadi bagian dari jejak peradaban pesantren yang ikut menulis masa depannya sendiri. - Karena gratis!
Tak ada alasan untuk menunda. Semua terbuka untukmu—baik kamu seorang penulis pemula, guru bahasa, mahasiswa, santri, atau siapa pun yang ingin menumbuhkan kemampuan literasi.
📝 Cara Pendaftaran dan Informasi
Pendaftaran dibuka mulai 14 Oktober hingga 19 November 2025.
Kamu bisa mendaftar melalui tautan:
đź”— https://s.id/EditorClinic100TahunTBSKudus
Atau cukup scan QR code yang tersedia di pamflet resmi.
Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi panitia di nomor: 0823-2476-3408.
🌿 Akhir Kata: Menyunting sebagai Amal Ilmu
Dalam setiap naskah yang diperbaiki dengan niat baik, ada pahala ilmu yang mengalir. Seorang editor, sejatinya, sedang menolong penulis menemukan bentuk terbaik dari gagasannya. Dan pesantren, sejak dulu, adalah rumah bagi mereka yang ingin memperindah makna.
Melalui Pelatihan Editor Clinic dan Pameran Karya IKSAB 100 Tahun TBS Kudus, kita belajar bahwa literasi bukan hanya urusan kata, tapi ibadah ilmu.
Mari hadir, bergabung, dan menjadi bagian dari sejarah — karena dari pena yang tajam dan hati yang tulus, lahirlah peradaban yang tercerahkan.
📚✨
“Mengasah Pena, Menumbuhkan Makna.”
Bersama TBS Kudus, Gramedia, dan Semesta Buku, mari rayakan 100 tahun ilmu dengan karya dan penyuntingan yang bermartabat.
